C.I.N.T.A oleh XPDC

C.I.N.T.A. K.I.T.A. satu rasa
C.I.N.T.A. B.U.T.A. tak bermata lahirnya
C.I.N.T.A. G.I.L.A. pada harta
M.A.N.A. C.I.N.T.A.. yang sebenar2nya
C.I.N.T.A. K.I.T.A. sampai bila
Manakah satu arah kita sebenarnya dunia

Kita berasmara di dalam cinta yang tak bermaya
Kita berupaya selagi padu janji setia
Kita selami cinta ini kian lama
Telan arus nangis ketawa
Sama rasa pastinya
Walaupun tahu cinta itu tak bermata
Namun masih banyak ada
Yang menawan di dalamnya

Muat turun mp3 di sini

Pantun Nasihat

Tutup aurat satu tuntutan,
Dalam keluarga wajib tekankan,
Kalau tak ikut gunalah rotan,
Demi melaksanakan perintah Tuhan.

Aurat ditutup mestilah lengkap,
Tudung litup termasuk skap,
Mini telekong pun orang cakap,
Elok dipandang tak payahpun “make up”.

Sekurang-kurangnya berbaju kurung,
Lebih elok jubah mengurung,
Kaki pula mesti bersarung,
Ditumit kaki syaitan bertarung.

Kalau wanita menutup aurat,
Orang jahat tak berani ngorat,
Bahkan boleh menjadi ubat,
Orang memandang boleh bertaubat.

Pakaian modern memanglah hebat,
Harganya mahal walaupun ketat,
Walaupun cantik tetapi singkat,
Orang memakaipun nampak pusat.

Berseluar ketat bajupun ketat,
Jarangnya pulak boleh dilihat,
Orang yang memakai terus dilaknat,
Oleh Allah, Rasul dan Malaikat.

Apa yang aneh bila dipandang,
Lengan pendek tapi bertudung,
Nampak seperti orang yang kudung,
Mata terpandang kaki tersandung.

Lagilah aneh bila di fikir,
Baju kebaya tudung berukir,
Nampak dada iman terjungkir,
Kain terbelah peha terukir.

Bila ditanya kenapa begitu,
Dia kata fesyennya dah macam tu,
Di dalam hati niat tertentu,
Menggoda jantan sudahlah tentu.

Menutup aurat boleh berfesyen,
Tetapi jangan menunjuk eksyen,
Sesuaikan diri ikut profesyen,
Kalau dilaknat tak guna sesen.

Kalau nak “Make Up” biarlah padan,
Jangan terlebih bila berdandan,
Minyak wangi cuba elakkan,
Bedak dan gincu sekadar keperluan.

Kasut tinggi cuba jauhi,
Kerana ia melahirkan bunyi,
Boleh menarik perhatian lelaki,
Perbuatan ini dibenci Ilahi.

Apatah lagi menghentakkan kaki,
Menarik perhatian orang laki-laki,
Melenggok punggung menggoda hati,
Ustaz melihat pun separuh mati.

Buat apa nak tayang jambul,
Kecantikan tak usah ditonjol-tonjol,
Mahkota disimpan tak jadi bisol,
Memakai tudung Islam tersimbol.

Selokaku ini bukanlah jahat,
Hanya saja mahu peringat,
Kepada semua para sahabat,
Terutama sekali untuk akhawat.

Kalau nak ikut nasihat ini,
Jangan bertangguh ubahlah diri,
Benda yang baik tak payah diuji,
Akan terserlah akhlak terpuji.

Kepada semua kawan lelaki,
Jangan tergelak wanita diperli,
Keluarga kita tak terkecuali,
Terutama sekali anak dan isteri.

Sudahkah kita tanamkan iman,
Menutup aurat seluruh badan,
Ke sana sini dilindungi Tuhan,
Keluarga menjadi contoh tauladan.

Setakat ini seloka kami,
Harap dapat menghibur hati,
Yang baik bolehlah anda ikuti,
Kalau boleh sekarang mulai.

Anak keli ikan sepat,
Dibuat gulai di dapur Cik Sirat,
Jangan dipandang perkara yang maksiat
Semoga selamat di dunia dan akhirat

nsc


On Joy and sorrow

Your joy is your sorrow unmasked.
And the selfsame well from which your laughter rises was oftentimes filled with your tears.
And how else can it be?
The deeper that sorrow carves into your being, the more joy you can contain.
Is not the cup that holds your wine the very cup that was burned in the potter's oven?


And is not the lute that soothes your spirit, the very wood that was hollowed with knives?
When you are joyous, look deep into your heart and you shall find it is only that which has given you sorrow that is giving you joy.
When you are sorrowful look again in your heart, and you shall see that in truth you are weeping for that which has been your delight.



Some of you say, "Joy is greater thar sorrow," and others say, "Nay, sorrow is the greater."
But I say unto you, they are inseparable.
Together they come, and when one sits, alone with you at your board, remember that the other is asleep upon your bed.

Verily you are suspended like scales between your sorrow and your joy.
Only when you are empty are you at standstill and balanced.
When the treasure-keeper lifts you to weigh his gold and his silver, needs must your joy or your sorrow rise or fall.

Untuk seorang gadis

Puisi ditulis sebelas tahun yang lalu ketika hati ini sedang diamuk cinta,
jiwa ini diserang derita,
aduh betapa indah dan pedihnya bila jatuh cinta

Malam ini kulihat kau duduk di buaian
Merenung langit malam yang sepi tanpa bintang
Harus kau sedar langit telah kematian kerdipan bintang
Dan kehilangan sinar bulan kerana angkasa dirajai jerebu
Lantas pungguk menjadi bisu,ungu dan pilu


Tiada purnama untuk dirayu seperti aku
Atau ada apa lagi yang kau renungkan dan nanti
Selain bintang yang kerdipannya mati,purnama yang menghilang,pungguk yang membisu
Mungkin menanti kasih yang sudi bertapak di hati
Dan aku ,mungkin tanpa kau sedari malam itu
Berapa kali pasti aku berlalu di hadapanmu dan terus memburu senyumanmu
Yang entah di mana tersimpan



Mungkin terkunci rapi di dalam hati
Mungkin terpenjara di dalam dada
Malam ini rinduku padamu semakin bergelora
Geloranya lebih ganas dari seribu malam yang berlalu
Dan seperti seribu malam yang berlalu
Malam ini sepertinya biasa angin membeku, pungguk membisu
Pohon nyiur berdiri kaku
Tidak lebih seperti batu


Tiada cahaya yang menyinari langit malam,tiada bintang,tiada rembulan
Malam bermandikan gelita.

Jangan Terlalu mencari kesempurnaan



Jika kamu memancing ikan....
Setelah ikan itu terlekat di mata kail,
hendaklah kamu mengambil ikan itu....


Janganlah sesekali kamu LEPASKAN ia
semula ke dalam air begitu saja.... Kerana ia akan SAKIT oleh kerana bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan MENDERITA selagi ia masih hidup.

Begitulah juga ........

Setelah kamu memberi banyak PENGHARAPAN
kepada seseorang...
Setelah ia mulai MENYAYANGIMU hendaklah kamu MENJAGA hatinya....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja....

Kerana dia akan TERLUKA oleh kenangan bersamamu
dan mungkin TIDAK dapat MELUPAKAN segalanya selagi dia mengingatmu. ... Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh.... cukuplah sekadar KEPERLUANmu. .. Apabila sekali ia retak.... tentu sukar untuk kamu menampalnya semula.... Akhirnya ia dibuang....
Sedangkan jika kamu cuba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi....
Begitu juga jika kamu memiliki seseorang,
TERIMALAH seadanya....
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu ISTIMEWA....

Anggaplah dia manusia biasa. Apabila sekali dia melakukan KESILAPAN bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya. ...
akhirnya kamu KECEWA dan meninggalkannya.

Sedangkan jika kamu MEMAAFKANNYA boleh jadi hubungan kamu akan TERUS hingga ke akhirnya....

Jika kamu telah memiliki sep
inggan nasi...
yang kamu pasti baik untuk dirimu.

Mengenyangkan. Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah,
cuba mencari makanan yang lain..
Terlalu ingin mengejar kelazatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. Kamu akan MENYESAL.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan.....yang pasti membawa KEBAIKAN kepada dirimu.

MENYAYANGIMU. .. MENGASIHIMU. ..
Mengapa kamu berlengah,
cuba MEMBANDINGKANNYA dengan yang lain.
Terlalu mengejar KESEMPURNAAN.

On Death


You would know the secret of death.

But how shall you find it unless you seek it in the heart of life?

The owl whose night-bound eyes are blind unto the day cannot unveil the mystery of light.

If you would indeed behold the spirit of death, open your heart wide unto the body of life.

For life and death are one, even as the river and the sea are one.


In the depth of your hopes and desires lies your silent knowledge of the beyond;

And like seeds dreaming beneath the snow your heart dreams of spring.

Trust the dreams, for in them is hidden the gate to eternity.

Your fear of death is but the trembling of the shepherd when he stands before the king whose hand is to be laid upon him in honour.

Is the shepherd not joyful beneath his trembling, that he shall wear the mark of the king?

Yet is he not more mindful of his trembling?


For what is it to die but to stand naked in the wind and to melt into the sun?

And what is it to cease breathing, but to free the breath from its restless tides, that it may rise and expand and seek God unencumbered?


Only when you drink from the river of silence shall you indeed sing.

And when you have reached the mountain top, then you shall begin to climb.

And when the earth shall claim your limbs, then shall you truly dance.