Melayu oh Melayu

Melayu oh Melayu


Di mana boleh cari ramai Melayu ???

Pastinya di Kelantan dan Terengganu

Dan juga di pasar malam dan pasar minggu

Di Akademi Fantasia dan Pesta Lagu

Di Jom Heboh orang Melayu berpusu-pusu

Di Sungai Buloh, pusat pemuilihan, dulu di Pudu

Dan di jalan, lumba haram, rempit tak berlampu

Dan di selekoh duit rasuah depa pun sapu

Di pusat serenti akibat ketagih dadah dan chandu

Di malam kemerdekaan dan malam tahun baru

Terkinja-kinja best giler menari macam hantu



Melayu oh Melayu


Apa hobi orang Melayu ???

Terkenal dengan budaya malas dan lesu

Berlepak buang masa tak jemu-jemu

Atau baca majalah Mastika, Metro pasal cerita hantu

Tengok telenovela dari Filipina dan Peru

Berpusu-pusu pergi tengok pamiran hantu

Sambil makan junk food, kuaci dan muruku

Sibuk bercerita tentang Datuk K dapat bini baru

Apa pakaian Siti nak pakai itu yang nak tahu

Mana tak gendut berpenyakit selalu

Kalau nak berlagak melayu masih nombor satu

Asal bergaya sanggup makan nasi dan toyu



Melayu oh Melayu


Boleh tak jumpa mereka di kedai buku ???

Atau di perpustakaan dan majlis ilmu

Atau ambil kelas kemahiran di hujung minggu

Ada tapi kurang sangat mereka di situ

Kenapa melayu jadi begitu

Nak salahkan siapa ibubapa atau guru

Pemimpin negara atau raja dulu-dulu

Ayat lazim di mulut ialah Melayu malas selalu

Nak harap Kerajaan saja membantu

Terutama sekali kontraktor kelas satu

Tak habis-habis gaduh nak jatuh siapa dulu

pasal jambatan senget atau siapa dia penghulu

Dan suka sangat dengan budaya ampu mengampu


Melayu oh Melayu

Sampai bila kita nak tunggu ???

Bangsa Melayu jadi bangsa yang maju

BOleh! dengan beberapa syarat tertentu

Pertama dengan banyak menguasai ilmu

Kata nabi ikutlah Quran dan sunnah ku

AlQuran yang diturunkan 1400 tahun dahulu

tapi apa yang kita tahu, cuma baca bila nak halau hantu


Melayu oh Melayu

Banggakah memjadi bangsa melayu begini ???

Dek kerna keramat laungan Hang Tuah

Tidak akan hilang melayu di dunia

Ayuh la melayu, sedar dari tabiat kemelayuan yang alpa

Kembalilah pada Fitrah Manusia sebenar

Panduan sudah tersedia untuk diguna pakai

Bukan buah fikiran akal melayu yang akan layu akhirnya

Ikut la Al-Quran dan As-Sunnah sebagai panduan

Melayu oh Melayu ku

Aku


Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943
:Kata chairil dia ingin hidup seribu tahun lagi namun tatkala umurnya 29,maut menjemputnya dalam usia muda ..

Prajurit jaga Malam


PRAJURIT JAGA MALAM




Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?


Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,


bermata tajam


Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya


kepastian


ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini




Aku suka pada mereka yang berani hidup


Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam


Malam yang berwangi mimpi,


terlucut debu......


Waktu jalan.


Aku tidak tahu apa nasib waktu !




(1948) Siasat, Th III, No. 96 1949
Life without you is not life
but a nightmare
A nightmare that eats my skin

little by little

A nightmare

that pricks my soul

u n t i l I f e el
n o m o r e
L i f e i s n o t l i f e,
w i t h o u t y o u

Shade

here you are

the broken shadow

of the child you once were

and you look so deeply

to try and see your reflection

but there’s nothing there

but broken glass

your breathing gets out of control

and the tears start to flow

down your cheeks and into your mouth

but they taste so bitter

as bitter as the needle

pale and alone

you are nothing

but the broken shadow

of the child you once were

but that child is now lost

and stumbles around with her eyes gouged out

now you’re bleeding on the floor

and you pray to the blade

pray for it to kill you

but you are god-forsaken

and the crucifix around your neck

starts to fade away

How I Became A Madman

You ask me how I became a madman. It happened thus: One day, long before many gods were born, I woke from a deep sleep and found all my masks were stolen -- the seven masks I have fashioned and worn in seven lives -- I ran maskless through the crowded streets shouting, "Thieves, thieves, the cursed thieves."


Men and women laughed at me and some ran to their houses in fear of me.

And when I reached the market place, a youth standing on a house-top cried, "He is a madman." I looked up to behold him; the sun kissed my own naked face for the first time. For the first time the sun kissed my own naked face and my soul was inflamed with love for the sun, and I wanted my masks no more. And as if in a trance I cried, "Blessed,

blessed are the thieves who stole my masks."

Thus I became a madman.


And I have found both freedom and safety in my madness; the freedom of loneliness and the safety from being understood, for those who understand us enslave something in us.

But let me not be too proud of my safety. Even a Thief in a jail is safe from another thief

the end with no beginning

you tell me
the beginning of your music
has no end

you tell me
your music is eternal

I tell you
the end of my music
has no beginning

I must tell you
my music ended
when yours began
my music ends
when yours begins
my music will end
definitely and decidedly
and elegiacally
when your music will begin

your heart is already singing
a sweet love song with no end
eternal bliss
while my song ends
before it begins